
5 Tradisi Kerajaan Inggris Paling Unik Hari Ini – Kerajaan Inggris dikenal sebagai salah satu monarki tertua di dunia yang masih bertahan hingga era modern. Di tengah kemajuan teknologi dan perubahan sosial yang cepat, institusi kerajaan tetap menjaga berbagai tradisi turun-temurun yang sarat makna simbolis. Tradisi-tradisi ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga berfungsi sebagai pengikat sejarah, identitas nasional, dan kesinambungan antara masa lalu dan masa kini.
Menariknya, banyak tradisi kerajaan Inggris masih dijalankan hingga hari ini, meskipun tampak unik bahkan terkesan tidak lazim bagi masyarakat modern. Justru keunikan inilah yang membuat monarki Inggris terus menarik perhatian dunia. Berikut lima tradisi kerajaan Inggris paling unik yang masih dipertahankan hingga sekarang.
Tradisi Seremonial yang Sarat Simbol dan Sejarah
Salah satu tradisi paling ikonik adalah Trooping the Colour, sebuah parade militer megah yang menandai perayaan ulang tahun resmi raja atau ratu. Meski bukan ulang tahun biologis, perayaan ini telah menjadi agenda tahunan penting sejak abad ke-18. Ribuan prajurit berbaris rapi, lengkap dengan seragam khas dan musik militer, menciptakan tontonan yang sarat disiplin dan kebanggaan nasional.
Tradisi lain yang tak kalah unik adalah Changing of the Guard di Istana Buckingham. Pergantian pasukan penjaga ini bukan sekadar pergantian tugas biasa, melainkan pertunjukan koreografi militer yang terstruktur dan presisi. Di balik tampilannya yang seremonial, tradisi ini mencerminkan nilai loyalitas dan kesinambungan perlindungan terhadap institusi monarki.
Ada pula State Opening of Parliament, upacara pembukaan parlemen yang dihadiri langsung oleh raja. Dalam tradisi ini, raja mengenakan jubah kebesaran dan mahkota resmi, lalu menyampaikan pidato yang berisi agenda legislatif pemerintah. Menariknya, isi pidato tersebut disusun oleh pemerintah terpilih, bukan oleh raja sendiri, menegaskan peran simbolis monarki dalam sistem demokrasi modern Inggris.
Tradisi seremonial ini menunjukkan bagaimana kerajaan Inggris berhasil memadukan simbol feodal dengan tata negara kontemporer. Meski tampak kuno, setiap detail upacara memiliki makna historis yang masih relevan hingga kini.
Ritual Unik yang Bertahan di Era Modern
Selain upacara besar, kerajaan Inggris juga memiliki ritual unik yang jarang diketahui publik luas. Salah satunya adalah Swan Upping, tradisi sensus angsa di Sungai Thames yang telah berlangsung selama berabad-abad. Setiap tahun, perwakilan kerajaan berlayar menyusuri sungai untuk menghitung dan menandai angsa, karena secara hukum angsa liar tertentu masih menjadi milik raja. Tradisi ini kini juga berfungsi sebagai upaya konservasi lingkungan.
Tradisi unik lainnya adalah Royal Assent, proses formal persetujuan raja terhadap undang-undang yang telah disahkan parlemen. Meski saat ini bersifat simbolis dan hampir selalu diberikan, Royal Assent tetap menjadi syarat resmi agar sebuah undang-undang berlaku. Fakta bahwa satu tanda persetujuan kerajaan masih menjadi bagian dari sistem hukum modern menjadikannya tradisi yang sangat menarik.
Yang tak kalah unik adalah tradisi Royal Warrant, yaitu pemberian izin kepada perusahaan atau individu untuk mencantumkan lambang kerajaan sebagai pemasok resmi istana. Royal Warrant bukan hanya simbol prestise, tetapi juga bukti kualitas dan kepercayaan tinggi dari kerajaan. Hingga hari ini, banyak merek ternama berlomba mempertahankan status ini karena dampaknya yang besar terhadap reputasi bisnis.
Kelima tradisi ini menunjukkan bahwa keunikan kerajaan Inggris tidak selalu hadir dalam bentuk kemegahan, tetapi juga dalam ritual-ritual kecil yang sarat nilai historis dan simbolis. Keberlanjutan tradisi tersebut membuktikan bahwa monarki Inggris mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati dirinya.
Kesimpulan
Tradisi kerajaan Inggris adalah perpaduan menarik antara sejarah panjang dan realitas modern. Mulai dari parade militer megah hingga ritual sensus angsa yang tak biasa, setiap tradisi memiliki fungsi simbolis yang memperkuat identitas monarki dan bangsa Inggris secara keseluruhan.
Keunikan tradisi-tradisi ini menjadi daya tarik global sekaligus bukti bahwa warisan budaya dapat tetap hidup di tengah perubahan zaman. Dengan mempertahankan tradisi tanpa mengabaikan konteks modern, kerajaan Inggris menunjukkan bahwa sejarah bukan sekadar masa lalu, melainkan fondasi yang terus membentuk masa kini dan masa depan.